7 Gitar Termahal di Dunia yang Totalnya Capai Ratusan Miliar!

7 Gitar Termahal di Dunia yang Totalnya Capai Ratusan Miliar!

7 Gitar Termahal di Dunia yang Totalnya Capai Ratusan Miliar!

Industri musik tidak hanya berbicara tentang nada dan harmoni. Di sisi lain, pasar kolektor menghadirkan nilai fantastis untuk instrumen legendaris. Karena itu, sejumlah gitar termahal di dunia berhasil mencetak rekor lelang hingga ratusan miliar rupiah jika ditotal. Harga tersebut lahir dari sejarah, pemilik ikonik, serta nilai budaya yang melekat kuat.

Berikut tujuh gitar termahal di dunia yang mencuri perhatian kolektor global.

1. Reach Out to Asia Fender Stratocaster – Sekitar Rp40 Miliar

Pada 2005, gitar ini terjual dalam acara amal untuk korban tsunami Asia. Reach Out to Asia Fender Stratocaster menjadi istimewa karena puluhan musisi dunia menandatangani bodinya. Selain itu, ajang lelang tersebut menarik perhatian internasional sehingga harga melonjak drastis.

Dengan nilai sekitar 2,7 juta dolar AS, gitar ini memegang rekor sebagai Fender Stratocaster termahal. Lebih dari sekadar instrumen, gitar ini merepresentasikan solidaritas global.

2. Jimi Hendrix Monterey Stratocaster – Sekitar Rp33 Miliar

Nama Jimi Hendrix selalu identik dengan inovasi gitar listrik. Pada festival Monterey Pop Festival, ia membakar gitar Stratocaster miliknya di atas panggung. Aksi tersebut kemudian menjadi momen bersejarah dalam dunia musik rock.

Gitar itu akhirnya terjual sekitar 2 juta dolar AS. Karena peristiwa tersebut mengubah citra pertunjukan musik modern, kolektor berani membayar mahal demi memiliki bagian sejarah tersebut.

3. David Gilmour Black Strat – Sekitar Rp31 Miliar

Gitar andalan David Gilmour dari band Pink Floyd ini terjual dalam lelang amal pada 2019. “Black Strat” berperan penting dalam rekaman album legendaris seperti The Dark Side of the Moon.

Lelang yang digelar oleh Christie’s menghasilkan sekitar 3,9 juta dolar AS. Selain kualitas suara, sejarah rekaman ikonik mendorong harga menembus angka fantastis.

4. The Eden of Coronet – Sekitar Rp30 Miliar

Berbeda dari gitar lain, Eden of Coronet tidak populer karena pemiliknya. Namun, gitar ini memikat kolektor lewat kemewahan desain. Pengrajin menanam lebih dari 11 ribu berlian serta emas putih pada bodinya.

Karena proses pembuatan memakan waktu ratusan jam, harga gitar ini mencapai sekitar 2 juta dolar AS. Jadi, nilai artistik dan material premium menentukan banderolnya.

5. Gibson SG 1964 “The Fool” – Sekitar Rp23 Miliar

Gitar milik Eric Clapton ini tampil mencolok dengan lukisan warna-warni khas era 1960-an. Clapton memakainya saat bergabung dengan Cream.

Karena gitar tersebut hadir dalam periode emas musik rock Inggris, kolektor rela membayar lebih dari 1,2 juta dolar AS. Nilai historis pun mendorong reputasinya sebagai salah satu gitar termahal dunia.

6. Eric Clapton “Blackie” Stratocaster – Sekitar Rp15 Miliar

Masih dari Clapton, gitar “Blackie” juga mencetak rekor. Ia merakit gitar ini dari beberapa Stratocaster lawas pada 1970-an. Selanjutnya, ia menggunakannya dalam berbagai konser dan rekaman penting.

Pada 2004, lelang di Christie’s berhasil menjualnya sekitar 959 ribu dolar AS. Walaupun lebih murah dibanding Black Strat milik Gilmour, gitar ini tetap masuk jajaran elit kolektor.

7. Bob Marley Washburn 22 Series Hawk – Sekitar Rp30 Miliar (Nilai Historis)

Gitar milik Bob Marley ini memiliki makna budaya yang kuat. Marley menghadiahkan gitar tersebut kepada seorang teknisi sebagai simbol persatuan.

Pemerintah Jamaika kemudian menganggapnya sebagai harta nasional. Meski tidak dilelang secara resmi, berbagai sumber memperkirakan nilainya bisa menembus jutaan dolar karena pengaruh global sang legenda reggae.

Total Nilai Tembus Ratusan Miliar Rupiah

Jika dikonversi ke rupiah, total nilai tujuh gitar ini melampaui ratusan miliar. Namun, harga fantastis tersebut tidak muncul tanpa alasan. Sejarah panggung, rekaman legendaris, aksi ikonik, hingga sentuhan kemewahan membentuk nilai jualnya.

Pada akhirnya, gitar-gitar ini membuktikan bahwa instrumen musik bisa berubah menjadi aset investasi sekaligus simbol budaya. Karena itu, kolektor tidak sekadar membeli kayu dan senar. Mereka membeli cerita, warisan, dan jejak sejarah yang tak tergantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *