10 Alat Musik Tradisional dari Jawa Timur dan Cara Memainkannya
Jawa Timur menyimpan kekayaan budaya yang kuat dan beragam. Selain dikenal lewat kuliner dan tradisi adat, provinsi ini juga memiliki warisan alat musik tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mengenal alat musik khas Jawa Timur bukan sekadar mempelajari bunyi, melainkan memahami identitas dan sejarahnya. Berikut 10 alat musik tradisional dari Jawa Timur lengkap dengan cara memainkannya.
1. Gamelan Jawa Timur

Baca Juga: 7 Gitar Termahal di Dunia yang Totalnya Capai Ratusan Miliar!
Gamelan menjadi ikon musik tradisional di Jawa Timur. Berbeda dengan gaya Jawa Tengah, gamelan Jawa Timur memiliki tempo lebih dinamis dan karakter suara lebih tegas. Seperangkat gamelan terdiri dari saron, bonang, gong, kenong, dan kendang. Pemain memukul bilah logam atau pencon menggunakan tabuh khusus. Sementara itu, kendang mengatur irama utama sehingga seluruh instrumen tetap selaras.
2. Angklung Caruk
Angklung Caruk berkembang di Banyuwangi dan sering hadir dalam pertunjukan rakyat. Berbeda dari angklung Sunda, versi ini menampilkan unsur kompetisi antarkelompok. Pemain menggoyangkan rangka bambu agar menghasilkan nada. Selain itu, setiap pemain memegang nada berbeda sehingga mereka harus kompak untuk membentuk harmoni.
3. Kendang
Kendang memegang peran penting dalam berbagai kesenian Jawa Timur, termasuk ludruk dan tari tradisional. Pemain memukul kedua sisi membran menggunakan tangan. Namun demikian, teknik pukulan berbeda menghasilkan variasi nada tinggi dan rendah. Karena itu, pemain kendang harus memahami pola ritme secara mendalam.
4. Rebab
Rebab berbentuk seperti biola tradisional dengan dua senar. Alat ini sering mengiringi gamelan sebagai pembawa melodi. Pemain menggesek senar menggunakan busur khusus. Selain menjaga tempo, rebab juga memperkaya nuansa emosional dalam pertunjukan.
5. Saron
Saron merupakan bagian penting dari gamelan. Instrumen ini terdiri dari bilah logam yang disusun di atas resonator kayu. Pemain memukul bilah menggunakan tabuh kayu, lalu segera meredamnya agar suara tidak bertabrakan. Oleh sebab itu, koordinasi tangan kanan dan kiri menjadi kunci permainan saron.
6. Bonang
Bonang terdiri dari deretan gong kecil yang ditata mendatar. Pemain memukul tonjolan tengah gong menggunakan dua pemukul. Selanjutnya, ia mengatur pola nada pembuka atau penuntun dalam komposisi gamelan. Peran ini membuat bonang sering dianggap sebagai pengarah lagu.
7. Gong
Gong menghasilkan suara rendah dan panjang. Biasanya, gong berbunyi pada akhir kalimat musik sebagai penanda struktur. Pemain memukul bagian tengah gong dengan pemukul besar berlapis kain. Meskipun terlihat sederhana, penempatan waktu pukulan harus sangat tepat.
8. Kenong
Kenong memiliki bentuk menyerupai bonang, tetapi ukurannya lebih besar. Instrumen ini memberi aksen kuat pada bagian tertentu dalam lagu. Pemain memukulnya menggunakan satu alat pemukul, lalu membiarkan resonansi mengalun hingga mereda.
9. Terompet Reog
Reog Ponorogo identik dengan suara terompet khasnya. Terompet reog terbuat dari kayu dengan ujung melebar. Pemain meniupnya sambil mengatur tekanan napas untuk menghasilkan nada nyaring. Karena itu, teknik pernapasan sangat menentukan kualitas suara.
10. Slenthem
Slenthem memiliki bilah logam tipis yang digantung di atas tabung resonator. Suaranya lembut dan bergema dalam. Pemain memukul bilah menggunakan pemukul empuk, kemudian meredamnya secara halus. Instrumen ini memperkuat lapisan harmoni dalam gamelan.
Melestarikan Warisan Musik Jawa Timur
Keberadaan alat musik tradisional Jawa Timur menunjukkan kekayaan budaya yang patut dijaga. Oleh karena itu, generasi muda perlu mempelajari cara memainkannya sejak dini. Selain memperkuat identitas daerah, pelestarian ini juga membuka peluang industri kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, musik tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era modern.